Ajakan Stop Upload Berita Covid Bermunculan

oleh -227 views
flayer-ajakan-stop-berita-covid
Salah satu falyer ajakan utnuk stop berita covid yang beredar.

FLAYER tentang ajakan stop upload berita covid bermunculan akhir-akhir ini, flayer tersebut muncul di beberapa status pengguna whatsapp (WA) dan media sosial lainnya.

Kemunculan flayer tersebut disinyalir sebagai bentuk untuk meredam berita tentang covid yang terus memenuhi beranda berita, agar masyarakat tidak merasa was-was.

Salah satu flayer yang beredar ‘Warga Kota Cirebon Kompak untuk Tidak Upload Berita Tentang Covid-19 Agar Masyarakat Tenang dan Tentram’ tulis salah satu flayer.

Yusuf misalnya, dirinya mendapat kiriman flayer tersebut dari salah seorang koleganya yang ada di Kota Cirebon.

“Bagus sih, biar masyarakat tidak jenuh dengan berita covid,” ujarnya, Kamis (15/7).

Yusuf menilai, angka kematian akibat covid yang terus mengalami peningkatan, mungkin salah satunya disebabkan oleh pemberitaan tentang covid itu sendiri.

“Mereka yang sudah terpapar, imunnya malah turun ketika membaca berita tentang covid,” katanya.

Baca Juga!

Tertawa lalu Meninggal, Gejala Baru Penderita Covid-19

Raungan Sirine Ambulans dan Pengumuman Kabar Duka Menjadi Pemandangan Setiap Menit

Abaikan Izin Orang Tua, Berakhir Petaka di Gunung Ciremai

Flayer serupa juga beredar luas di kalangan pengguna media sosial yang berada di wilayah Kabupaten Kuningan.

Ajakan untuk stop upload berita covid yang disebar lewat flayer tersebut, terus bermunculan di beberapa flatform media sosial.

Menanggapi ajakan stop upload berita covid lewat flayer yang ramai beredar, Ketua PWI Kuningan Nunung Nurhasanah menyayangkan tentang ajakan tersebut.

Nunung beranggapan bahwa, ajakan untuk tidak mengetahui perkembangan tentang covid-19 adalah kesalahan besar.

“Bahwa dengan adanya informasi Covid-19, masyarakat jadi tahu sejauh mana penyebaran covid di Kuningan,” katanya.

Wanita yang baru terpilih menjadi ketua PWI Kuningan periode 2020-2023 ini, malah menyarankan pihak pemerintah untuk lebih menekankan kepada masyarakat agar lebih patuh menjalankan protokol kesehatan.

“Bagaimana masyarakat harus peduli dan tidak terjadi cemoohan kepada warga yang terpapar,” pungkasnya. (brd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.