Barang-Barang Pusaka dan Antik Dipamerkan di Villa Intan

oleh -349 views
Pameran-benda-benda-antik-pusaka
Pameran benda-benda pusaka dan antik di Villa Intan 3 Cirebon. Foto: Asep Brd/radarcirebon.com

PUSER BUMI – Komunitas benda-benda pusaka dan antik di Wilayah III Cirebon menggelar pameran di Galeri Askel Atw Villa Intan Klayan Cirebon.

Pameran yang digelar sejak Rabu (20/10/2021) hingga Sabtu (23/10/2021) ini, menampilkan benda-benda yang memiliki sejarah seperti keris, kujang, tombak, pedang dan banyak lagi.

Pengurus paguyuban yang juga anggota Komunitas Antik dan Pusaka Cirebon, Gunawan mengatakan, benda-benda yang dipajang hampir 80 persen berasal dari wilayah Cirebon.

“Semua benda-benda ini milik pribadi yang tergabung dalam sebuah komunitas,” ujar Gunawan kepada Puser Bumi (Radar Cirebon Group).

Gunawan menambahkan, digelarnya pameran benda-benda antik ini bertujuan untuk melestarikan seni, budaya dan adat khususnya di Cirebon.

Karena menurutnya, Cirebon merupakan pusat koleksi keris terbesar di Jawa Barat selain kota-kota yang ada di Jawa Tengah dan Kalimantan.

“Supaya lebih terlihat oleh pihak pemerintah, karena kita benar-benar ingin melestarikan Tosan Aji Cirebon secara khusus, dan budaya nasional secara umumnya,” tambah Gunawan.

Baca Juga!

Memprihatinkan, Kuwu Ciledug Tengah Tinggal di Rutilahu

Ahli Tanaman: Banyak Petani Porang Salah Tanam

Aliran Air PDAM Tidak Lancar, Info untuk Warga Majasem dan Jembar Agung: Ada Kebocoran, Sedang Ditangani

Ikut andil dalam pameran seni tersebut, Pelestari dan Bursa Tosan Aji Cirebon (PBTAC) yang sekretariatnya di Kota Cirebon dan Paguyuban Pusaka Nagari Caruban (Pasagaran) Kabupaten Cirebon.

Pameran yang biasanya digelar di area Keraton Kasepuhan setiap menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW itu, untuk tahun ini digelar di lain tempat.

Pemilihan tempat di Galeri Askel Atw Villa Intan dikarenakan, lokasi tersebut rencananya akan dibuat menjadi pasar seni antik se wilayah III Cirebon.

“Sekitar awal tahun 2022 akan dibangun, karena sudah ada sekitar 13 kios yang sudah permanen dan akan ada penambahan 13 kios lagi,” ujar Ketua Penyelenggara Pameran, Raden Sigit Permadi Suranuraga.

Raden Sigit berharap, lokasi pameran yang akan dikembangkan menjadi pusat seni tersebut, bisa memajukan usaha para pedagang barang antik yang ada di wilayahnya.

“Kios yang ada, sudah diserahkan kepada warga, jadi yang mau usaha mereka sewa, mudah-mudahan ke depan bisa lebih maju,” ujarnya.

Untuk ke depan, jika pembangunan pasar seni antik sudah terealisasi, pameran barang antik akan dilakukan setiap tiga bulan sekali secara rutin.

“Di Cirebon itu sekitar 400 anggota pecinta barang-barang antik tergabung dalam komunitas, jadi harus ada sarana untuk memajang koleksi mereka,” pungkasnya.

Di hari terakhir pameran, akan digelar lelang barang-barang antik berupa keris kepada siapa saja bagi pecinta barang-barang antik.

“Pesertanya bebas, lelang hari Sabtu tanggal 23 Oktober 2021, sekitar habis pukul 15.30 WIB,” ajak Bagian Humas Pameran, Budi Aceng. (brd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.