Dilantik Jadi Kepala Sekolah, Eh…Sekolahnya Tidak Ada

oleh -135 views
Kepsek-Dilantik
Pelantikan kepala sekolah tingkat SD-SMP di Kabupaten Minut. Foto IG@azamwonggo

SEORANG warga Sulawesi Utara membagikan kisah ibunya yang dilantik jadi kepala sekolah ramai dibicarakan. Usai pelantikan, sekolah yang nantinya bakal dipimpin oleh ibunya tersebut ternyata tidak ditemukan.

Cerita tersebut dibagikan Azam Alfarizi Wonggo di akun Instagram @azamwonggo. Dalam tulisannya, Azam menyebutkan kalau sang ibu ditelepon untuk mengikuti pelantikan kepala sekolah tingkat SD-SMP di Kabupaten Minut yang dilantik Bupati Joune Ganda, Senin (27/9/2021) malam.

“Selamat Malam Warga Sulawesi Utara, saya, Azam Alfarizi Wonggo. Sedikit cerita dari saya tentang ibu saya tadi malam. Ceritanya Ibu saya ditelpon untuk mengikuti pelantikan sekaligus pengangkatan sumpah kepala sekolah baru di JG Center Minahasa Utara, pada malam itu (senin 27/September-2021),” tulisnya.

Sebelum pemanggilan untuk pelantikan, sang ibu diberitahukan untuk memasukkan segala berkas sebagai syarat untuk menjadi kepala sekolah.

Prosesi pelantikan pun dimulai, Ibu Azam disebut menjadi kepala sekolah di SD Negeri Kecil Warukapas, Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara.

Namun yang menjadi masalah, ternyata sekolah di lokasi yang sudah disebutkan tersebut tidak diketahui keberadaanya.

Baca Juga!

Tidak Sembarangan, Harga Bedug Desa Gumulung Nyaris Sama Xpander

Desa Pocong Hingga Munjul Kunti, Nama-Nama Unik Suatu Wilayah

Benarkah Ruh Orang Meninggal Pulang ke Rumah Setiap Malam Jumat?

Untuk mengetahui kejelasan, Selasa (28/9) Azam bersama ibunya pergi ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Minahasa Utara.

Namun jawaban yang diberikan pihak BKD ternyata sangat miris. Ibu Azam diharuskan untuk menunggu 2-3 bulan ke depan untuk pelantikan selanjutnya.

“Mereka mengatakan bahwa mereka saja baru mengetahui bahwa sekolah itu tidak ada keberadaannya,” tambah Azam.

“Pertanyaannya “SIAPA YANG MENCIPTAKAN NAMA SEKOLAH TERSEBUT? ADA APA DENGAN PEMERINTAH? ADA APA DENGAN BKD?,” ketus Azam.

Azam dan keluarga besarnya merasa apa yang telah menimpa ibunya sebagai penghinaan terhadap seorang guru, dirinya meminta kepada pemerintah untuk memproses pihak-pihak yang terkait dengan masalah tersebut.

Sebagai informasi, Azam membeberkan kalau ibunya yang bernama Rasni Bone sangat memenuhi syarat untuk menjadi seorang kepala sekolah.

“Ibu saya sudah berbakti selama 35 tahun dan lulusan Sarjana Golongan IV A/Pembina. dan selalu mengajar di kelas 6 selama 30 Tahun lamanya, dan 5 Tahun di kelas 1 (tentunya tidak diragukan lagi ilmunya),” sebutnya. (*/brd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.