Lagu Asmara Sanghyang Dora, Tercipta Karena Jendela Kamar Tidak Ditutup

oleh -77 views
Lagu Asmara Sanghyang Dora
Nunung Alvi sedang membawakan lagu Asmara Sanghyang Dora. Foto: Tangkapan layar YouTube

PUSER BUMI – Lagu tarling Asmara Sanghyang Dora yang dibawakan Nunung Alvi, Diciptakan Didi Aswandi hanya dalam sehari semalam.

Lagu yang terinspirasi dari Bukit Sanghyang Dora di Majalengka ini, merupakan pengalaman tidak sengaja yang dialami sang pencipta Lagu.

“Saya diminta oleh seorang bos pedesan dari Majalengka untuk meramaikan tempat wisata di wilayahnya,” ujar Didi, Kamis (8/4/2021).

Menurut Didi, bos pedesan yang terkenal dipanggil A Oyak ini, berkeinginan meramaikan tempat wisata yang berada di Desa Leuwi Kujang, Kecamatan Leuwi Munding.

Tanpa pikir panjang, Didi menyanggupi ajakan tersebut untuk melakukan survei tempat wisata yang disebutkan bos pedesan itu.

Sebelum berangkat ke lokasi, rombongan Didi bermalam di sebuah base camp yang ada di Bukit Sanghyang Dora.

Didi yang bermalam di sebuah kamar, kebetulan memiliki jendela yang arahnya menghadap matahari terbit.

Untuk menikmati pemandangan Bukit Sanghyang Dora di malam hari, Didi sengaja tidak menutup jendela kamarnya.

Pagi datang, matahari pun langsung menyinari seisi kamar yang ditempati oleh Didi.

Dengan kejadian tersebut, terciptakan sebuah lirik yang menjadi cikal bakal Lagu Asmara Sanghyang Dora.

Lirik tersebut berbunyi, Sorote serngenge esuk, Bawa rasa ning duwur banyu, Sang surya madangi jagat, Tresna kula dunya akhirat.

Dalam bahasa Indonesia berarti, Sinar matahari pagi, Perasaan di atas ubun-ubun, Sang Surya menerangi jagat, Cinta saya Dunia Akhirat.

“Waktu itu, saya terbangun oleh sorotan matahari, dan terciptalah lirik tersebut,” katanya.

Baca Juga!

Lautan yang Begitu Luas Masih bisa Terjadi Tabrakan? Ternyata Ini Penyebabnya

Keturunan Pangeran Alas Gelar Silaturahmi di Subang

Didi bersama rombongan melanjutkan perjalanan untuk melihat lokasi tempat wisata yang akan diramaikan tersebut.

Dalam perjalan yang naik turun gunung, Didi pun kembali mendapat ilham untuk dijadikan lirik lagi.

Najan bukit mudun jurang, Kula rela demi sampean, Tekad kula dadi siji, Bareng urip tumekane pati.

Jika diartikan dalam Bahasa Indonesia, Meskipun naik bukit turun jurang, Saya rela demi kamu, Tekad saya cuma satu, Hidup bersama hingga mati.

Lirik-lirik yang terilhami dari perjalanan Didi di Bukti Sanghyang Dora tersebut, dijadikanlah sebuah lagu dengan judul Asmara Sanghyang Dora yang dibawakan Nunung Alvi.

Bos pedesan yang juga merupakan penggemar musik Tarling, langsung ikut terlibat dalam proses pembuatan lagu yang terilhami oleh bukit yang ada di wilayahnya.

“A Oyak sangat mencintai musik Tarling, meskipun asalnya dari Majalengka,” papar Didi.

Dalam dua hari, proses pembuatan lagu pun langsung digarap Didi, dengan Nunung Alvi sebagai pembawa lagu.

Adanya persembahan lagu tarling dan sandiwara yang membawakan asal usul Sanghyang Dora oleh rombongan Didi, menjadikan tempat wisata tersebut menjadi ramai.

“Alhamdulillah setelah pementasan, Disbudpar Majalengka mengakui wilayah tersebut menjadi kawasan wisata,” kenang Didi. (brd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *