Memprihatinkan, Dua Anak Maenah Tuna Wicara, Suami Sakit-Sakitan

oleh -95 views
Kondisi-Maenah-Memprihatinkan
Kondisi Maenah yang butuh bantuan. Foto: Istimewa

KEHIDUPAN Maenah (53) warga Desa Karang Wareng, Jabang Tutuka 1, Kecamatan Karang Wareng, Kabupaten Cirebon sungguh memprihatinkan.

Di usia yang sudah tidak muda lagi, Maenah harus menghidupi dua orang anaknya dan suaminya yang sering sakit-sakitan.

Menjadi buruh cuci, memasak di rumah tetangga atau siapa saja yang membutuhkan tenaganya, akan dilakoni Maenah untuk mencari uang tambahan.

Suaminya Sukarman (49) yang bekerja sebagai pengayuh becak, kondisinya sering sakit-sakitan.

Penghasilan setiap harinya Rp15 ribu sampai Rp20 ribu menjadi tukang becak jauh dari kata cukup.

Selian harus menghidupi keluarganya, Maenah juga harus menjaga amanah yang tidak mudah.

Baca Juga!

Bosan Dengan Pandemi, Masyarakat Ciherang Pilih Hidup Normal

Tiga Pejalan Kaki di Kelapa Gading Korban Tabrak Lari, Nopol RFQ Disoroti Netizen

Kedua anaknya tuna wicara, tidak bisa mengerti kondisi ibunya yang kesulitan, terkadang mengamuk saat kondisi perutnya lapar, malahan salah satu anaknya mengalami down syndrome.

“Saya sedih harus bagaimana menjalani hidup ini disamping saya harus menjaga kedua anak saya yang sakit, saya juga harus mencari uang tambahan dengan menjadi buruh di rumah orang dengan berbekal sepeda,” ujar Maenah.

Dirinya tidak bisa mengandalkan pendapatan suami dari hasil menarik becak yang setiap harinya tidak menentu.

“Kadang pulang cuma dapat Rp12 ribu kalau lagi rame ya Rp20 ribu itu juga harus pulang sore sementara kondisi suami sedang sakit-sakitan,” ujarnya lirih.

Selain bersusah payah memenuhi beban hidup keluarga, kondisi rumah Maenah juga dalam keadaan memprihatinkan.

Atap langit-langit rumahnya hampir rusak dan bocor jika hujan turun, membuat dirinya dan keluarganya tak pernah nyenyak saat tidur.

Bagi yang terketuk hatinya ingin membantu meringankan beban hidup Keluarga Maenah, bisa mendatangi alamat yang tertera di atas. Atau bisa melalui Yayasan Baraka Center Caruban. (*/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *