Salat Tarawih 11 Rakaat atau 23 Rakaat? Ini Keterangannya

oleh -242 views
salat-tarawih
Salat Tarawih hari pertama puasa di Masjid At Taqwa Kota Cirebon. Foto: Okri Riyana/Radar Cirebon

PUSER BUMI – Salat Tarawih menjadi pertanda sedang berlangsungnya puasa umat muslim di Bulan Suci Ramadan.

Salat yang dilakukan usai salat Isya ini, di Indonesia sendiri ada yang melakukan sebanyak 11 rakaat, tidak sedikit pula yang 23 rakaat.

Diriwayatkan oleh Imam al-Bukharib dari Aisyah istri Nabi SAW, ia berkata.

“Pernah Rasulullah melakukan salat pada waktu antara setelah selesai Isya yang dikenal orang dengan ‘Atamah hingga Subuh sebanyak sebelas rakaat di mana beliau salam pada tiap-tiap dua rakaat, dan beliau salat witir satu rakaat.

Sementara, beberapa tabiin meriwayatkan pengerjaan salat tarawih dengan jumlah 20 rakaat pada masa pemerintahan Umar bin Khattab.

Yazid bin Rauman menyebutkan, “Umat Islam di masa Umar beribadah di malam bulan Ramadan dengan 23 rakaat” (al-Muwatha’ Malik, 1/115).

Baca Juga!

Paus Terdampar di Bungko Lor Akhirnya Mati, Ahli: Merupakan Pesan Tersendiri Untuk Manusia

Hafal Alquran Dalam Satu Tahun, Ini Tips Gadis Asal Riau

Sedangkan Yahya bin Said al-Qathan mengatakan, “Umar memerintahkan seseorang menjadi imam salat Tarawih dengan umat Islam sebanyak 20 rakaat” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah, al-Mushannaf, 2/163).

Imam al-Tirmidzi sendiri pernah berkata, “Mayoritas ulama mengikuti riwayat Umar, Ali dan sahabat Rasulullah yang lainnya sebanyak 20 rakaat.

Ustadz Adi Hidayat dalam ceramahnya mengatakan, berdasarkan yang dikatakan Nabi SAW, salat tarawih itu tidak ada ketentuan khusus berapa jumlah rakaatnya.

“Keterangan hadis ini bahwa salat malam khususnya yang ditunaikan dalam malam ramadan, dari segi jumlah bilangannya nabi tidak memberikan batas spesifik yang langsung disebutkan,” ujar Ustadz Adi di kanal YouTube miliknya Adi Hidayat Official.

Nabi menunaikan 2 rakaat-2 rakaat, sampai sebelum waktu fajar tiba ditutup dengan satu rakaat witir, jabar Ustaz Adi.

“Tapi jangan Anda katakan ikut Umar atau ikut Nabi? Awas, hati-hati karena gak mungkin Umar mengerjakan yang menyalahi perintah Nabi SAW,” ujarnya.

Menurut Ustadz Subhan Baihaqi, Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah, segala amal kebaikan akan mendapat pahala berlipat.

“Jadi lebih banyak rakaatnya, lebih banyak pula pahalanya,” ujar penceramah asal Cirebon ini.

Ustadz yang memiliki saudara kembar ini menekankan, jangan terlalu mempermasalahkan soal jumlah rakaat dalam salat tarawih.

Dirinya lebih mempermasalahkan jika ada orang muslim yang tidak mengerjakan salat tarawih atau amalan lainnya di Bulan Ramadan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *