Selain Hafidz Quran, Lulusan Al Hikmah Cirebon Berhasil Jadi Dokter

oleh -512 views
Nabilah-Santri-Alhikmah-Cirebon-Jadi-Dokter
Nabilah lulusan Al Hikmah Cirebon yang berhasil menjadi dokter gigi. Foto: Ist

PUSERBUMI (RC) – Takdir hidup tidak bisa ditentukan, Nabilah Rohadatul ‘Aisy lulusan Al Hikmah Cirebon berhasil menjadi dokter.

Alumni Pesantren Tahfidz Quran Terpadu (PTQT) Al Hikmah Cirebon ini, dinyatakan lolos sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Brawijaya (UB).

Nabilah yang telah berhasil menuntaskan hapalan Alquran, termotivasi untuk meraih banyak hal. Tak hanya urusan akhirat, untuk urusan duniawi pun dia jalani.

Dara kelahiran Purwakarta ini, ingin profesi dokter giginya menjadi perantara untuk berdakwah.

Sambil mengobati, dirinya ingin menebar nilai-nilai keislaman kepada siapapun yang menjadi pasiennya, utamanya kepada anak-anak, hal tersebut karena kecintaannya kepada anak kecil.

Baca Juga!

Sama-sama Nomor Urut 1, 4 Perempuan Terpilih Menjadi Kuwu di Kecamatan Susukan Lebak

PPKM Diperpanjang sampai Tanggal 3 Januari 2022, Kota Cirebon Bertahan di Level 1

Terbongkar! Jejak Digital Herry Wirawan, Ada di Acara Kemenag, Dikukuhkan Jadi Pengurus FK-PKPPS

“Saya ingin membuktikan penyembuhan Allah itu ada. Dengan secuil ilmu yang saya miliki, bisa menunjukkan kasih sayang Allah lewat perantara kesembuhan, sekaligus ingin memberi pembuktian bahwa nilai-nilai agama jika diaplikasikan di urusan dunia akan berdampak luar biasa,” ujar Nabilah.

Menjadi dokter gigi tidak ada dalam rencana awal Nabilah, awalnya target dirinya untuk bisa lolos di kedokteran umum atau anak.

Namun takdir berkata lain, saran dari kakaknya memberi pengaruh yang membuatnya memantapkan hati untuk menjadi mahasiswa kedokteran gigi.

Perjuangannya menjajaki pendaftaran untuk menjadi mahasiswa kedokteran di semua perguruan tinggi bukannya tak menemui rintangan.

Belasan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta telah dijajakinya, sebetulnya dirinya sudah diterima di jurusan kedokteran umum di sebuah perguruan tinggi swasta, namun gagal karena terlewat mendaftar ulang.

Dirinya tidak menyerah, keyakinan akan takdir yang diberikan Allah SWT adalah takdir terbaik untuknya.

Selain itu, dorongan dari para guru PTQT Al Hikmah Cirebon menjadi penyemangat dirinya untuk tidak putus asa dalam meraih cita-cita.

“Para guru juga memberikan jalan sekaligus cara agar kami bisa fokus kepada impian kita,” tukas putri pasangan Nono Roseno Agus Ridwan dan Iar Rosidah ini.

Lebih jauh, campur tangan guru-guru Al Hikmah Cirebon dalam mendorong para santri untuk meraih cita-cita, juga dirasakan Nabilah.

“Utamanya melakukan pendampingan tentang cara agar bisa fokus ke impiannya, membantu membuat strategi untuk mewujudkan mimpi, alternatif meraih mimpi, membantu menyediakan segala fasilitas untuk menyongsong mimpi, serta pendampingan masif guna mendekatkan diri dengan mimpinya,”aku Nabilah.

Ketua Yayasan Al Hikmah Cirebon, KH Muslich Marzuki M Lc MAg menjelaskan, visi Yayasan Al Hikmah memang menjadi lembaga pendidikan Islam terdepan dalam mencetak generasi Qurani dan Dai Rabbani.

Selain itu, misinya yakni menanamkan nilai-nilai Islam melalui Tahsin atau bacaan yang baik dan benar, Tafhim atau pemahaman, Tahfidz atau menghafal, dan Tathbik atau penerapan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

“Santri juga diharapkan mampu berdakwah menuju masyarakat Islami,” ungkap KH Muslich. (*/brd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.