Tahu Bulat, Digoreng Dadakan Lima Ratusan, Kadarieu…Kadarieu…

oleh -122 views
tahu-bulat-digoreng-dadakan

SIAPA yang tidak kenal jingle tersebut? Suara yang berasal dari sebuah mobil bak terbuka dengan tutup dari terpal, berkeliling dari kampung ke kampung menjajakan tahu bulat goreng.

Tahu yang dijual memang berbeda dengan tahu pada umumnya, berbentuk bulat dan digoreng dadakan di atas bak mobil menjadi ciri khasnya.

Cara menawarkan jajanan yang terbuat dari bahan baku kacang kedele tersebut juga unik, menggunakan pengeras suara dengan suara yang tidak asing.

Anak kecil hingga orang dewasa sudah hapal betul dengan suara dan kata-kata yang keluar dari rekaman tersebut.

Lalu siapa pemilik suara viral itu?

Baca Juga!

Perlu Diketahui, 9 Penderita Penyakit ini Tidak Disarankan Ikut Vaksinasi

Gunakan Alat Kelaminnya, Badugang Jaya Berhasil Membuat Sungai

Dilansir dari laman Kompas.com, suara yang berseliweran hampir di Pulau Jawa khususnya Jawa Barat adalah suara Saep Bani.

Saep merupakan perintis dari usaha tahu bulat yang digelutinya sejak tahun 2013 hingga sekarang.

Saep memulai usaha berjualan tahu bulat bersama saudara dan teman-temannya dari Tasikmalaya di pinggiran selatan Jakarta.

Di awal perjalanan bisnisnya, Saep menjajakan tahu ciptaannya langsung menggunakan microphone lewat pengeras suara.

“Lama-lama terasa capek, terus direkam. Kebetulan ada kawan yang bisa bantu buatkan rekamannya dan kata-katanya saya buat biar menarik dan unik supaya laku tahunya,” ujar Saep Bani.

Hingga kini usaha yang dirintis Saep Bani berkembang, hampir di setiap daerah khususnya di Jawa Barat banyak ditemui penjual tahu bulat baik di kendaraan roda dua, roda tiga hingga roda empat.

Eman misalnya, pria asal Majalengka ini berkeliling menjual tahu bulat di wilayah Kecamatan Beber setiap harinya.

Bekerjasama dengan temannya yang memiliki mobil bak terbuka, Eman berkeliling menawarkan jajanan hangat tersebut dengan suara khas rekaman milik Saep Bani.

“Tahunya dikirim dari Ciamis, setiap dua hari sekali datang,” ujarnya sambil melayani pembeli.

Menurutnya, tahu yang dikirim dari Ciamis tersebut diperuntukan bagi pedagang yang beredar di wilayah III Cirebon.

Untuk pasokan tahu yang datang dua hari sekali, Eman tidak terlalu khawatir jika ada keterlambatan dalam pengiriman.

“Tahunya bisa tahan satu bulan kalau disimpan di dalam freezer,” ucapnya. (*/brd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.