Ternyata Penyerang Mabes Polri dan Pengemudi ‘Koboi’ Fortuner Tergabung dalam Satu Klub Tembak

oleh -701 views
zakiah-aini-dan-muhammad-farid-andika-satu-klub-tembak
KTA Basis Shooting Club yang disalahgunakan. Foto: Istimewa

PENYERANG Mabes Polri Zakiah Aini dan pengemudi koboi Fortuner Muhammad Farid Andika, ternyata tergabung dalam satu klub tembak.

Mereka tergabung dalam klub tembak Basis Shooting Club, dengan foto Kartu Tanda Anggota (KTA) yang beredar di media sosial.

KTA Basis Shooting Club awalnya ditemukan milik Zakiah Aini, yang tewas ditembak polisi akibat membawa senjata dan mendatangi Mabes Polri.

Kemudian Muhammad Farid Andika juga memiliki KTA dari klub yang sama, dirinya menodongkan pistol kepada warga yang berselisih faham di Jakarta Timur.

Dari kedua foto KTA yang beredar milik mereka, tampak tertulis Perbakin pada bagian atas kartu indentitas.

Sekjen Perbakin Firtian Yudit Swandarta memastikan, Zakiah Aini bukan anggota Perbakin.

Baca Juga!

Pradesain Ibu Kota Baru, Gedung Istana Berbentuk Burung Garuda

Sedih Banget, Pulang Tugas, Video Prajurit TNI Tidak Dikenali Lagi Anaknya

Pria yang akrab disapa Yudi itu mengatakan Zakiah Aini hanya memiliki kartu anggota Basis Shooting Club, bukan anggota Perbakin.

“Nggak ada nama itu, dia bukan anggota Perbakin,” ujar Yudi, seperti dilansir detikcom, Rabu (31/3).

Yudi menegaskan ada perbedaan antara KTA Perbakin dengan KTA Perbakin Basis Shooting Club.

“Dia hanya punya kartu aja, itu kartu klub, dia Basis Shooting Club kan. Kalau KTA Perbakin itu tulisannya nggak ada ‘shooting club’, langsung ‘PB Perbakin’,” jelas Yudi.

Kemudian, kembali beredar KTA Basis Shooting Club milik Muhammad Farid Andika. Sama seperti kasus Zakiah Aini, PB Perbakin turut memastikan Farid bukan anggota Perbakin.

Belakangan ini, KTA Basis Shooting Club menjadi perbincangan, dan ternyata, Basis Shooting Club sudah dibubarkan sejak 2014.

“Basis Shooting Club sudah kita bubarkan sudah lama, kalau tidak salah tahun 2014,” kata Yudi.

Menurut Yudi, Basis Shooting Club dibubarkan karena banyak melakukan pelanggaran, salah satunya adalah penggunaan logo ‘Perbakin’ pada KTA. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *